Born to Care

Born to Care

Shalom teman-teman, apakah teman-teman melihat atau mendengar hal berikut?

-Banyak pohon natal sudah dipasang.

-Banyak poster yang menggambarkan salju, kado, dan sinterklas.

-Terdengar lagu atau musik yang bertema tentang Natal. (khususnya di mall)

Yup, benar sekali… Christmas Is Coming…

Bagaimana pendapatmu tentang Hari Raya Natal?

Apakah sebuah hari kelahiran seorang Raja penyelamat umat manusia, atau

Apakah sebuah hari dimana kita berharap ada seorang sinterklas dengan janggut putihnya membawa kantong yang berisi banyak hadiah? Atau mungkin ada hal lainnya?

Tidak ada yang salah teman-teman, itu tergantung kedewasaan iman mu.

Bagi umat Katolik, perayaan Natal adalah perayaan hari lahirnya Yesus Kristus ke Dunia.

Bagaimana tanggapan tentang kelahiran Yesus Kristus di Injil?

Bacaan Injil mengisahkan setidaknya ada tiga jenis tanggapan akan kelahiran Kristus Sang Putera Allah yang sungguh hadir dan tinggal di tengah umat manusia.

Pertama, tanggapan yang positif, seperti yang diwakili oleh para orang majus dari Timur. Mereka datang dari jauh, untuk mencari dan menyembah Kristus yang mereka kenali sebagai Raja orang Yahudi (lih. Mat 2). Kedatangan mereka juga menjadi suatu gambaran akan bergabungnya bangsa-bangsa lain—yang bukan Yahudi—ke dalam kumpulan umat Allah. Gabungan semua bangsa yang menjadi umat Allah ini adalah Gereja. Termasuk dalam kelompok yang menyambut gembira kedatangan Kristus adalah para gembala, dan tentu, St. Yusuf dan Bunda Maria, yang mewakili kaum Israel.

Kedua, adalah sikap yang sebaliknya, sebagaimana nampak pada raja Herodes. Setelah memanggil semua imam kepala dan menerima keterangan dari mereka tentang Mesias, Herodes hanya percaya akan kelahiran Mesias namun tidak mau percaya kepada Sang Mesias itu. Herodes bahkan menjadi paranoid, dan takut tersaingi. Setelah tahu bahwa para majus itu pulang ke negerinya tanpa memberitahukan kepadanya di mana Sang Mesias itu berada, Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah. Semuanya demi kekuasaan, sebab Herodes berkeinginan untuk terus mempertahankan kedudukannya sebagai raja. Karena itu,  Mesias dianggapnya sebagai ancaman yang perlu disingkirkan.

Namun selain tanggapan dari orang majus dan Herodes, ada jenis tanggapan ketiga, yang tidak secara eksplisit disebut di Injil. Yaitu tanggapan kebanyakan orang yang lain, yang tidak peduli akan kedatangan dan kehadiran Yesus di dunia. Itulah sebabnya,  St. Yusuf dan Bunda Maria tidak mendapat tempat penginapan, tak ada yang mau memberi tempat kepada mereka berdua, yang sesungguhnya membawa Seorang Juruselamat yang dibutuhkan seluruh dunia! Kebanyakan orang disibukkan dengan urusannya sendiri, sampai tidak menyadari ada peristiwa mahabesar yang telah terjadi di kandang Betlehem itu. Kelahiran-Nya dan penampakan-Nya yang begitu sederhana dan tersembunyi tidak menarik perhatian orang.

Teman-teman, coba kita renungkan, Apakah kita pernah terlalu sibuk dengan urusan kita sehingga kita melupakan kehadiran Yesus dalam kehidupan kita? Apakah kita pernah bersikap tidak peduli kepada orang lain sama seperti di atas?  Yesus Kristus tidak lahir dalam kemewahan. Dia adalah seorang Raja namun lahir di sebuah kandang. Bisa kita artikan bahwa Yesus kristus datang atau ada di antara kita dalam hal yang biasa dan bukan dalam hal yang spektakuler. Dia sendiri adalah kasih dan karena dia kasih, dia mau datang ke dunia karena Dia peduli kepada umat manusia. Kedatangan Dia ke dunia juga mengajarkan suatu ajaran yaitu hukum kasih. hukum Tuhan yang terutama adalah sangat positif yaitu, “Kasihilah….” yang berupa perintah untuk berbuat kebaikan. Kasih ini terutama ditujukan kepada Tuhan, dan kemudian, demi kasih kita kepada Tuhan, kita diajarkan untuk mengasihi sesama. Perikop ini selanjutnya menjabarkan tentang siapakah sesama yang harus kita kasihi.

Mari kita membaca Luk 10:25-37.

Perikop tersebut terbagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama menyampaikan tentang apakah perintah Tuhan yang utama, dan bagian yang kedua menyampaikan tentang siapakah sesama manusia.

Perintah Tuhan yang pertama adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.” Ada banyak orang yang nampak bahagia dari luar, namun hatinya kosong, sebab mereka tidak mengenal dan mengasihi Allah. Tak jarang, ada di antara mereka yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, karena merasa hidupnya tak berarti. Namun sebaliknya, ada juga orang- orang yang nampaknya tidak berkelebihan di mata dunia, namun mereka hidup bahagia, sebab Tuhanlah yang menjadi sumber suka cita mereka. Kita dapat menyebutkan sendiri, orang- orang semacam ini yang Tuhan ijinkan untuk hadir dalam kehidupan kita, untuk membuka mata kita, bahwa bukan kemewahan duniawi yang menentukan kebahagiaan seseorang, tetapi hubungan kasih yang erat dengan Tuhan.

Perintah Tuhan yang kedua adalah “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Siapakah sesama kita? Perikop ini sesungguhnya jelas mengajarkan kepada kita bahwa sesama bagi kita adalah siapapun (tidak terbatas oleh ras ataupun golongan) yang membutuhkan pertolongan kita. Maka belas kasihan tidak hanya berarti merasa kasihan, tetapi kasih itu harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata. Kita sebagai murid- murid Kristus diajak untuk membagikan belas kasih kita kepada sesama. Sesama di sini bukan hanya teman kita, tetapi juga mereka yang bukan teman kita, bahkan musuh/ orang yang membenci kita. Perumpamaan ini menjelaskan perintah Kristus, “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu… “(Luk 6:27; lih. Mat 5:43). Sebab kasih yang tulus sifatnya memberi, tanpa mengharapkan balasan; menolong karena mengetahui bahwa orang tersebut membutuhkan pertolongan.

Penjelasan The Navarre Bible tentang perikop ini mengatakan bahwa perbuatan belas kasih ada empat belas macam, tujuh bersifat rohani dan tujuh lainnya bersifat jasmani. Perbuatan kasih yang bersifat rohani adalah: membawa orang yang berdosa kepada pertobatan, mengajar mereka yang tidak tahu, menasehati orang yang bimbang, menghibur orang yang berduka, menerima kesalahan dengan sabar, mengampuni kesalahan orang lain, mendoakan orang- orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Sedangkan tujuh perbuatan kasih yang bersifat jasmani adalah: memberi makan orang yang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi pakaian kepada orang yang tidak berpakaian, memberi tumpangan kepada yang tidak mempunyai tempat tinggal, mengunjungi orang sakit, mengunjungi para tahanan di penjara, dan mengubur orang yang meninggal dunia.

Diatas itu hanya beberapa perbuatan belas kasih yang dapat kita berikan kepada sesama tetapi ingatlah yang Yesus katakan sesuai Mat 25:40, “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Mari teman-teman, mumpung masih masa adven, mari kita memperbaiki diri kita dan melaksanakan perintah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita supaya kita dapat menyambut hari kedatanganNya dengan penuh damai.

God Bless You All!!! Thank You for reading. ^_^

Sumber :

https://www.katolisitas.org/mengenali-kehadiran-tuhan/

https://www.katolisitas.org/orang-samaria-yang-baik-hati/