Eucharist

Eucharist

Setiap minggu, teman-teman, saudara mengikuti perayaan Ekaristi. Begitu juga saya dan umat Kristen Katolik lainnya. Hari Minggu..Hari Tuhan menjadi hari wajib untuk menghadari perayaan Ekaristi di gereja dan menerima komuni kudus. Bahkan ada juga diantara teman-teman, saudara yang mengikuti perayaan Ekaristi setiap hari atau weekdays selain hari Minggu. Wooow..luar biasa taat dan di siplin btw tahukah teman-teman inti dari Ekaristi yang saudara, teman-teman hadiri tersebut atau perayaan Ekaristi tersebut hanya sebuah rutinitas dan kewajiban kita sebagai umat Katolik yang taat dan beriman ? Yuuk teman-teman, mari kita telusuri lebih dalam arti, inti dan makna Ekaristi sesungguhnya dalam iman Katolik yang saudara pilih. Ada 2 (dua) istilah Ekaristi, yaitu versi english dan versi Yunani. Ekaristi ( Eucharist dalam bahasa Inggris , perjamuan kudus; perjamuan suci; perjamuan paskah ) adalah sakramen. Dalam bahasa Yunani, Ekaristi ( Euxapiotw ) artinya berterima kasih atau bersyukur. Istilah ini lebih sering digunakan oleh gereja Katolik, gereja ortodoks Timur, gereja ortodoks oriental , Presbiterian, gereja Lutheran dan komuni Anglikan. Sedangkan istilah “Perjamuan Kudus” biasanya digunakan oleh gereja Kristen Indonesia, di kalangan Baptis, Methodis dan Anglikan Evangelis.

Sesungguhnya kalo teman-teman ingin tahu, inti dan makna ekaristi tidak hanya tertuju pada ritual perjamuan kudus atau misa kudus sebagaimana Yesus sendiri menegaskan hal itu dalam firmanNya di 1 Kor 11 : 20 – 21 bahwa apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan ( The Lord’s supper < Inggris > ; Kupiakov Oeittvoy <yunani >). Sebab pada perjamuan itu tiap tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. Inti dan makna Ekaristi lebih pada Divine Mysteries ( misteri suci ) yang tertuju pada ROTI (baik roti beragi yang terbuat dari gandum ataupun yang tidak beragi ) dan ANGGUR ( yang harus terbuat dari buah anggur ) yang sudah dikonsekrir ; yang di simpan dalam tabernakel ataupun yang ditakhtakan dalam monstrans( adorasi sakramen maha kudus). Tradisi kekristenan dan Katolik percaya bahwa Yesus hadir secara pribadi dan istimewa dalam perayaan Ekaristi dan Ekaristi sebagai peringatan akan perjamuan malam terakhir ( The Last supper ) antara Yesus dan ke-12 muridnya sebelum sengsara dan wafatNya di kayu salib Kalvari. Pada saat itu Yesus mengambil roti, mengucap syukur dan berkata : “ ambillah , makanlah, inilah tubuhKu.”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “minumlah, kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu , darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. ( Matius 26 : 26 – 28 ; Lukas 22 : 17-20 ; Markus 14 : 22 – 24 ; 1 Kor 11 : 23 – 25 ). Teman-teman, Yesus sungguh hadir, real dan substansial secara tubuh, darah, jiwa dan ke-AllahanNya dalam rupa ROTI dan ANGGUR dalam Ekaristi. Ekaristi adalah Yesus sendiri sehingga Ekaristi sungguh merupakan jantung dari iman Katolik. Di dalam Ekaristi itu sendiri terkandung seluruh kekayaan rohani gereja, yaitu Kristus Yesus sehingga Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan Kristiani, hakekat serta rangkuman iman Katolik ( KGK 1374 ) yang saudara, teman-teman, saya dan umat Katolik imani. Demikian sangat istimewanya, hanya uskup atau iman yang diperbolehkan dan dapat menjadi pelayan sakramen Ekaristi / Perjamuan Kudus ini, dengan bertindak selaku pribadi Yesus sendiri. Diakon serta iman biasanya adalah pelayan komuni suci sedangkan umat awam hanya diberi wewenang dalam lingkup terbatas, yaitu sebagai pelayanluar biasa komuni suci.

“Inilah tubuhKu” dan “Inilah darahKU” , Yesus secara ajaib merubah ROTI dan ANGGUR menjadi Tubuh dan DarahNya. Dalam iman Katolik, hal ini dikenal sebagai transubstansiasi, yang mengakibatkan substansi dari roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. ( KGK 1376 ) Jadi yang tinggal hanyalah rupa roti dan anggur tetapi substansi roti dan anggur sudah lenyap, diganti dengan kehadiran Yesus. Kehadiran Yesus dalam Ekaristi berawal dari konsekrasi dan berlangsung selama roti dan anggur tersebut masih ada ( KGK 1377 ), yaitu pada saat roti dan anggur itu dicerna di dalam tubuh teman-teman, saudara dan sudah tidak berbentuk roti lagi. Jadi Yesus bertahan dalam diri saudara, teman-teman, saya dan umat Katolik lain kurang lebih 15 menit. Jadi mari teman-teman, manfaatkanlah waktu sesudah menyambut Komuni Kudus itu untuk berdoa pribadi kepada Yesus. Hargailah kehadiranNya karena pada waktu itulah saudara, teman-teman, saya serta umat Katolik lain sungguh  menjadi tabernakel Allah yang hidup. Luar biasa bukan ?? Mari hargailah kehadiranNya.

Oleh karena Ekaristi itu sungguh Yesus sendiri maka saudara, teman-teman ataupun saya tidak boleh menyambut Komuni Kudus tanpa persiapan diri karena barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. ( 1 Kor 11 : 27 ) Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri (memeriksa batin saudara) dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. ( 1 Kor 11 : 28 ) Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. ( 1 Kor 11 : 29 ) Jadi teman-teman, marilah sambut Komuni Kudus dalam keadaan layak, perhatikanlah dan taatilah pantang yang diwajibkan gereja, yaitu puasa 1 jam sebelum Ekaristi. Jagalah ucapan teman-teman dan juga baju saudara biar tetap layak, sopan untuk menghadiri perjamuan kasih Tuhan. Marilah berdamai dengan Tuhan apabila saudara dalam keadaan berdosa berat, mari terimalah sakramen tobat sebelum menyambut komuni kudus.

Yesus sendiri pula yang menetapkan Ekaristi sebagai “tanda kenangan” akan wafat dan kebangkitanNya ( KGK 1330 ) serta pembelaan Yesus akan kita di depan Allah Bapa, yang dipercayakan Yesus Kristus kepada mempelaiNya, yaitu gereja. ( KGK 1324 ). Hal inilah yang dikenal sebagai misteri paskah yang menjadi bukti cinta kasih Allah Bapa dalam diri saudara, teman-teman, saya dan seluruh umat Kristen Katolik serta membawa kita semua pada keselamatan yang dijanjikan Allah Bapa. ( Yoh 3 : 16 ) Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. ( Ibrani 9 : 28 ) Yesus Kristus tidak disalib kembali di setiap perjamuan kudus/ Ekaristi tetapi kurban yang satu dan sama itu dihadirkan oleh kuasa Roh Kudus ( KGK 1366 ) karena Yesus yang mengorbankan diri adalah Tuhan yang tidak terbatas oleh waktu dan kematian. Yesus telah mengalahkan maut sehingga misteri paskah tidak hanya terbenam pada masa lampau tetapi dapat dihadirkan di masa sekarang. (KGK 1085 ) dan bagi Tuhan segala waktu adalah saat ini. Masa lampau ataupun yang akan terjadi di masa mendatang adalah saat ini.

Ekaristi juga sebagai misa kudus karena perayaan misteri keselamatan ini berakhir dengan pengutusan umat beriman ( missio ) supaya saudara, teman-teman, saya dan umat Katolik lain melaksanakan khendak Tuhan dalam keseharian kehidupan kita. Amin.

Buah-buah dalam Ekaristi sangatlah banyak pula, diantaranya memperdalam persatuan saudara dengan Yesus yang menjadi kurban Ekaristi. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku didalam dia. ( KGK 1391 ) Dan dia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu yang Kuberikan untuk hidup dunia. ( Yoh 6 : 35 , 51 ) Ekaristi juga memisahkan saudara dari dosa, membersihkan dosa saudara serta melindungi saudara dari dosa ; membangun gereja di dalam kesatuan dimana Ekaristi mempersatukan saudara, teman-teman, kita umat beriman Katolik sebagai satu tubuh, yaitu gereja serta mendorong kita pada kesatuan umat beriman dimana Ekaristi adalah sakramen kasih Tuhan, tanda kesatuan dan ikatan cinta. ( KGK 1398 ). Ekaristi juga mewajibkan saudara, teman-teman , kita umat Katolik terhadap kaum miskin sebab dengan bersatu dengan Kristus Yesus, kita juga mengakui Yesus yang hadir di dalam orang-orang miskin yang menjadi saudaraNya.

Sungguh luar biasa Ekaristi dalam iman Katolik. Begitu luar biasa sehingga partisipasi dalam perjamuan kudus ( Ekaristi ) ini dipandang sebagai kewajiban umat Kristen Katolik di setiap hari Minggu dan hari raya khusus. Sungguh istimewa bukan, teman-teman ? Yuuup..tentu, Ekaristi sungguh istimewa dan bernilai makna. So teman-teman, saudara..mari hadirilah Ekaristi dengan tekun, dengan sikap yang benar serta baju yang sopan layak dihadapan Tuhan sebagai ungkapan kasih, hormat dan kegembiraan kita yang diundang Kristus sebagai tamu agung dalam perjamuan Tuhan ini. Marilah wujudkan kasih yang nyata kepada Yesus yang terlebih dahulu mengasihi saudara dalam kurban Ekaristi ini. Mari wujudkanlah iman yang nyata atas kasih pengorbananNya untuk diri saudara..hayatilah keberadaanNya dalam Ekaristi ini. Berdoalah dan bersatu denganNya dalam Komuni Kudus yang saudara sambut sehingga teman-teman, saudara tetap dekat dengan penebus saudara yang ada di dalam diri saudara. May God be praised. Amin. God bless you, friends.

( YC )