LOVE GOD LOVE PEOPLE

LOVE GOD LOVE PEOPLE

LOVE GOD LOVE PEOPLE

“A new command I give you: Love one another. As I have loved you, so you must love one

another.” (John 13 : 34)

Pasti kalian pernah mendengar ayat diatas, yaitu bagaimana Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi sesama seperti Ia mengasihi kita. Namun kenyataannya, mengasihi orang lain saja bukanlah hal yang mudah dilakukan. Sadar atau tidak sadar, kita selalu dengan mudah menghakimi serta memperlakukan orang berdasarkan penampilan, kesan pertama dan cara mereka memperlakukan kita.

Misalnya, siapa yang tidak pernah berprasangka buruk terhadap orang yang jarang ke gereja? Sering berhura-hura dan berkata kasar? Siapa yang tidak pernah merasa risih ketika ada orang berperilaku atau perawakan aneh mencoba mendekati kita? Siapa yang tidak pernah tidak pernah menggosipi orang dibelakang mereka? Siapa yang tidak pernah menjadi ikut kesal dan emosi karena orang yang tidak menghargai kita?

Kita sering membela diri dengan menganggap bahwa hal-hal tersebut adalah hal yang manusiawi. Namun bukankah kita ini juga adalah Anak Tuhan? Bukankah Ia sendiri telah memerintahkan kita untuk mengasihi sesama seperti Ia mengasihi kita? Apakah Ia akan memerintahkan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan? Tentu saja tidak. Ia memerintahkan kita untuk berbuat demikian karena Ia percaya kita dapat melakukannya. Lalu mengapa kita begitu sulit untuk mengasihi orang tanpa menghakimi terlebih dahulu, sebagaimana Tuhan mengasihi kita? Jawabannya mudah. Kita tidak bisa memberi apa yang kita tidak miliki.

Hanya ketika kita benar-benar memahami seberapa besar Kasih-Nya, dan membiarkan Kasih-Nya mengalir di dalam kita, kita akan lebih mudah menyalurkan kasih itu kepada sesama. Kita sering mendengar betapa Tuhan sungguh mengasihi kita hingga Ia memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menghapus dosa-dosa kita. Namun terkadang kita lupa bahwa besar kasih-Nya terhadap kita tidak berdasarkan seberapa besar dosa kita, seberapa banyak perbuatan baik yang kita lakukan, seberapa sering kita datang ke gereja, dan berapa ayat kitab suci yang kita hafal. Di mata-Nya, kita semua sama berharganya. Bahkan narapidana penjara pun sama berharganya dengan orang yang selalu memberikan pelayanan di Gereja. Kasih Tuhan begitu adil dan diberikan secara utuh kepada semua pekerja-Nya.  (Perumpamaan mengenai orang-orang upahan di Kebun Anggur Matius 20 : 1-16)

Tuhan mengasihi kita tanpa syarat. Namun terkadang secara tidak sadar, kita lupa atau menolak kasih-Nya karena merasa tidak pantas, merasa masalah yang kita alami terlalu besar sehingga kita merasa telah ditinggalkan Tuhan. Padahal Ia selalu dengan sabar mengetuk pintu hati kita, namun sudahkah kita membukanya?

Mengasihi orang yang kita sukai atau idolakan memang lebih mudah, daripada mengasihi orang yang tidak kita kenal, apalagi yang tidak kita sukai atau berbeda dengan kita. Setiap orang yang kita temui memiliki keunikannya sendiri dan pasti meninggalkan kesan yang berbeda-beda bagi kita, baik itu menyenangkan maupun tidak. Dan kita tidak dapat meminta mereka begitu saja untuk mengubah perilaku mereka agar lebih disukai. Namun Tuhan mengasihi kita tanpa memandang siapa dan bagaimana pribadi kita. Ia menciptakan perbedaan agar kita dapat saling melengkapi dan bekerja sama satu sama lain. Apabila kita sudah menyatakan diri sebagai pengikut Kristus, dan membuka hati untuk menerima kasih-Nya, perlahan perilaku kita terhadap sesama pun akan berubah. Pikiran kita akan lebih dimampukan untuk memaklumi perbedaan yang ada diantara kita, sehingga kita akan mengasihi dengan kasih-Nya yang mengalir dalam diri kita, Kasih yang tak bersyarat.

Seperti yang dikatakan dalam 2 Petrus 1 : 5-7, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu  kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan  dan kepada pengetahuan penguasaan diri,  kepada penguasaan diri ketekunan,  dan kepada ketekunan kesalehan,  dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara, kasih  akan semua orang.”  Semua hal yang disebutkan dalam ayat diatas saling berhubungan satu sama lain. Penting bagi kita untuk menambah pengetahuan iman agar kita akan mendapat pemahaman sehingga dapat dengan tekun menghayati Kristus dengan menguasai emosi dan pikiran kita. Dengan tekun mengendalikan diri, kesalehan akan bertumbuh dalam diri kita, rasa kasih dan sukacita dari Tuhan akan lebih terasa dalam hati.

Kasih bukanlah suatu teori belaka, namun adalah tindakan yang harus kita lakukan sebagai Pengikut Kristus. Mari biarkan hidup kita untuk dibentuk dan bertumbuh dengan Kasih Kristus. Tuhan memberkati

=Do not treat others like how they treat you. But treat them like God’s treat you.=