Pray More Worry Less

Pray More Worry Less

Setiap dari kita tentunya pernah merasa kuatir, entah itu kuatir akan financial, kesehatan, pasangan hidup, dan segala hal. Kuatir juga sebuah penyakit yang sungguh mematikan pada generasi muda saat ini. Mengapa demikian? Dengan menjadi seorang yang mudah kuatir itu berarti mengikis iman kita sendiri dari “berserah pada rancangan Tuhan”.

Mari saat ini kita mengetahui terlebih dahulu apa itu sebuah kekuatiran. Kekuatiran adalah sebuah perasaan yang membuat seseorang menjadi gelisah atau takut akan segala hal yang belum terjadi. Pikiran-pikiran ini sangat membentuk pola pikir yang negatif untuk hal yang akan terjadi pada masa mendatang.

Kuatir dan iman sangatlah bertolak belakang. Diibaratkan seperti dua kota yang sedang berhadapan dan kita sedang berada di tengah-tengah. Jika kita melangkah ke kota iman, tentunya kita membelakangi kota kekuatiran dan sebaliknya. Maka dari itu, kuatir dapat menyebabkan kelumpuhan bagi iman kita kepada Yesus sendiri. Hal yang perlu kita sadari, ialah kekuatiran tidak memberikan solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi. Hal ini sudah tertulis pada Matius 6 ayat 27, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Segala permasalahan memang boleh terjadi dalam kehidupan kita, namun jadikanlah itu sebagai senjata bagi diri kita untuk semakin intim denganNya dan semakin mengandalkan Tuhan. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”(Matius 6 ayat 34)

Masa depan yang masih misterius memang bisa membuat seseorang dapat merasa kuatir. Tetapi sebenarnya kita bisa menghadapi masa depan itu bukan dengan ketegangan atau kecemasan yang berlebihan. Belajarlah berserah akan karya penyelenggaraan Tuhan, sebab Tuhan sungguh menyayangi kita dan tentunya Dia memberikan kita ujian bukan untuk mencelakakan kita, tetapi Dia memberikan kita rancangan yang membuat kita semakin bertumbuh setiap harinya. “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”(Matius 6 ayat 26).

So soba Stefaners, jadilah seorang pemenang yang tidak dihantui oleh kekuatiran yang berlebihan dan andalkanlah Tuhan dalam setiap langkahmu. Tuhan berkati